Talkshow Meningkatkan Kecerdasan dan Kemampuan Bayi usia 0-12 bulan Melalui Stimulasi dan Bermain

Cara menstimulus tumbuh kembang bayi sesuai dengan usianya menurut Dr. Markus M. Danusantoso

Sebagai new mom, tak jarang kita panik ketika anak tidak menanggapi stimulus yang kita berikan. Langsung parno kalau anak kenapa-kenapa. Padahal, banyak hal yang membuat anak kurang 'responsif' dengan stimulus yang kita berikan. Bisa saja:

  1. Stimulus yang diberikan tidak sesuai umurnya.
  2. Tehnik stimulasi yang dilakukan kurang tepat.

Menurut Dr. Markus M. Danusantoso, seorang SpA Neonatalogy training di Dept. of Neonatalogy, KK Hospital, Singapura dalam acara Talkshow Parenting Club yang diselenggarakan Mothercare, inti dari stimulasi adalah merangsang panca indra. Stimulasi yang dilakukan hendaknya urut dari motorik kasar ke motorik halus, dari kepala ke kaki, dan dari punggung tangan ke jari tangan. Itulah kenapa anak baru bisa berjalan atau menulis di usia yang sudah lebih besar. Pastikan stimulasi mengikuti panduan yang berlaku.

Selain harus sesuai dengan tahapan perkembangan bayi, stimulasi juga harus dilakukan dengan teknik yang benar.

Yang terpenting dalam setiap stimulasi adalah kontak mata antara anak dan orang tua(atau siapapun yang menjadi stimulator). Biarkan anak mengenal kita, bukan objek mainannya saja.

Berikut adalah poin kunci stimulasi masing-masing usia anak.

Anak  berusia 0-3 bulan.

Jarak pandang anak masih sangat pendek. Cara stimulasinya harus dengan mendekatkan diri kita dan objek/mainan dekat ke mata anak. Jauh sedikit anak bisa tidak lihat. Kalau sudah lebih dari 3 bulan barulah jarak pandang lumayan jauh, jadi stimulasi dapat dilakukan agak jauh.

Jangan menggoyang-goyangkan objek terlalu cepat, karena anak akan kebingungan. Beberapa orang tua ada yang memberikan gelang kaki pada anak bayinya. Menurut dr. Markus itu salah, apa gunanya gelang kaki? Karena anaknya tidak bisa lihat. Mending juga dipasang di tangan, karena anak bisa lihat dan terstimulasi.

Tummy time, atau telungkup/tengkurap bisa dilakukan bahkan sebelum bayi bisa tengkurap sendiri. Manfaat tengkurap ini banyak dalam menstimulus anak. Dengan ditengkurapin, anak akan belajar mengangkat kepalanya. Memang anak nggak akan langsung bisa, tapi tengkurap penting untuk menstimulasi otot lehernya. Poin penting stimulasi anak usia 0-3 bulan.

  1. Tatap mata saat berbicara dengan anak.
  2. Bicara dengan mimik lucu.
  3. Genggam jarinya
  4. Berikan variasi tekstur pada telapak tangannya. Bayi baru lahir tangannya menggenggam. Stimulasi dilakukan untuk membuka genggaman tangannya, dengan cara membuka telapak tangan dan berikan variasi tekstur pada telapak tangannya. Selain menstimulasi tangannya untuk terbuka, juga menstimulasi indra peraba anak.


Anak berusia 3-6 bulan.

Pada usia ini tapak kaki mulai diberikan stimulasi. Memberikan mainan di hadapannya saat anak tengkurap akan merangsangnya untuk meraih mainannya. Selain itu, pada usia ini anak juga belajar duduk. Namun saat berusia 3 bulan, duduknya belum balance. Cara menstimulasinya adalah dengan memberikan mainan ke atasnya, sehingga anak mau tak mau mendongak. Saat mendongak, tangan kita menahan punggungnya. Kalau dalam posisi duduk mainan ditaruh di depan, anak malah jadi lebih susah balancing.

Ketika 5 bulan, permainan dapat lebih menantang. Di usia ini anak senang diayun-ayunkan dan mulai senang bersosialisasi.

Anak berusia 6-9 bulan.

Stimulasi yang dapat diberikan pada anak usia 6-9 bulan antara lain.

  1. Mengambil potongan makanan dengan jari.
  2. Main dengan cermin berbagai bentuk.
  3. Merobek kertas.
  4. Bermain kerincingan/gemerincing suara
  5. Meraba variasi warna dan gambar dengan variasi tekstur.
  6. Memegang dua mainan dengan tekstur berbeda secara bersamaan.


Hal-hal yang menghambat stimulus:

  1. Menggunakan sarung tangan pada usia di atas dua bulan.
  2. Menggunakan bedong.
  3. Khawatir bayi sakit.
  4. Kurang fokus menstimulasi anak (disambi chatting, nonton TV)
  5. Posisi bermain tidak sesuai.
  6. Bayi bermain permainan yang tidak sesuai dengan usianya.
  7. Alas bermain kurang mendukung. Gunakan alas dengan pemukaan rata. Menggunakan alas empuk seperti sofa akan menghambat stimulasi.


Beberapa tips menstimulasi anak:

  1. Hindari hambatan yang telah dipaparkan sebelumnya.
  2. Sempatkanlah untuk selalu bermain dengan anak.
  3. Pilih waktu dan jenis mainan yang sesuai.
  4. Perhatikan respon anak. Ketika anak terlihat capek, mengantuk, marah, atau pun lapar, hentikan stimulasi.
  5. Mainkan permainan berulang-ulang, agar anak paham cara memainkannya.


Stimulasi tidak hanya permainan, saat memberi makan ataupun saat menyusui dapat juga sambil melakukan stimulasi.

Tidak susah kan menstimulasi anak kita?